Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 April 2013

Serangan Tikus !!!

Tikus adalah salah satu hama yang menyerang baglog jamur. Mereka makan bibit jamur yang telah ditanam di dalam baglog. Biasanya mereka merobek tutup koran pada baglog atau melubangi plastik baglog.
Hama ini sangat menjengkelkan, karna baglog baru ditanam, besok paginya sudah habis bibit jamurnya dimakan tikus, alhasil gagallah inok kemarin..huuhh..
Diposting yang sebelumnya memang ada cara untuk menghindari serangan tikus,yaitu pake bibit jamur yang medianya bukan dari biji-bijian, tapi pada umumnya, yang banyak ditemui adalah dari biji-bijian seperti jagung dan padi.
Saya mencoba menggunakan beberapa jenis racun tikus seperti temix dan pospit..hasilnya lumayan,tapi beberapa hari kemudian,tikus datang lagi.
Malam ini, saya mencoba pake pospit lagi, besok lihat hasilnya..
Ada teman-teman yang mau berbagi pengalaman tentang pembasmian tikus? yuk share..

Jumat, 11 Januari 2013

BOLA - BOLA JAMUR

Memikirkan cara memanfaatkan jamur tiram yang afkir alias tidak layak jual karena separuh dimakan kecoa, bintik-bintik diserang ulat, terlalu berair, daripada dibuang kan sayang karena sebenarnya masih bisa dikonsumsi dan baik untuk kesehatan. Tapi kalau dimasak jadi sayur, bosan juga tiap hari makan sayur jamur hehehehe....iseng-iseng buat olahan lain yang enak, lezat dan sehat....akhirnya...mencoba untuk membuat olahan yang saya sebut "BOLA - BOLA JAMUR"...walaupun sebenarnya ini bukan resep asli dari saya, tapi saya baca di koran, trus bahan pokoknya saya ganti dengan jamur tiram.  Siapa tahu resep dan olahan ini juga bisa bermanfaat dan jadi inspirasi buat teman - teman semua..oke...
Ini dia bahan bakunya :
  • jamur tiram 2 ons
  • tepung panir
  • bread crumb/ tepung roti
  • telur ayam 1 butir
  • tepung terigu
Bumbunya :
  • 1 siung bawang putih
  • 2 siung bawang merah
  • penyedap rasa - bila diperlukan
  • garam sesuai selera
  • merica sesuai selera
Caranya :
  • jamur tiram dikukus selama 10-15 menit, kemudian digiling atau diblender.
  • peras jamur yang telah dihancurkan tadi agar tidak terlalu banyak air.  
  • haluskan bawang putih, bawang merah dan garam.
  • campurkan tepung terigu,semua bumbu ke dalam jamur tiram yang telah dihaluskan tadi, aduk hingga merata.
  • buat adonan tadi menjadi bentuk bola-bola atau seperti bakso, ukurannya terserah anda.
  • celupkan pada telur yang telah dikocok, kemudian guling-gulingkan ke tepung panir.
  • celupkan lagi ke dalam telur kocok tadi dan gulingkan lagi ke tepung roti atau bread crumb
  • panaskan minyak dalam wajan, goreng bola-bola jamur hingga matang atau warna berubah menjadi kuning kecoklatan.
Naahh...ini dia kalo dah mateng....!!!

 Enak tuh dimakan dengan saos sambel atau mayonnaise...atau kalo temen - temen bisa lebih kreatif bisa buat variasi rasa yang lain...Hmmm...jadi berpikir nih...buat outlet Bola - Bola Jamur dengan aneka rasa...'coz...yang paling umum outlet olahan jamur tiram kan baru jamur crispy...hehehe...Selamat mencoba kawan !!!

Rabu, 25 Juli 2012

RAK BAGLOG DARI TALI RAFIA

Membaca postingan temen petani jamur di Grup PPJI di FB tentang rak baglog jamur dari tali rafia, saya jadi penasaran dan ingin untuk mencobanya. Saya lalu mempraktekannya di kumbung "Jamur Perwira" saya.
Rak yang saya buat mengikuti ukuran rak bambu y sudah ada sebelumnya. Panjang rak 3 meter, tinggi tiang 2 meter. Ada 4 tiang yang saya gunakan untuk menyangga 1 btg bambu sepanjang 3 m tadi.  ukur tali rafia sepanjang 4 m untuk kemudian di lipat sama panjang,sehingga panjangnya jadi 2 m. Untuk 1 baris susunan baglog di butuhkan 2 tali seperti ukuran tadi. Ikatkan sebagai gantungan baglog di bambu y panjang 3 m tadi, sehingga membentuk sebuah gantungan. Setiap 3-4 tumpukan baglog, ikat tali gantungan agar tali menjepit baglog. Mungkin dengan melihat gambar,akan lebih mudah dipahami.
Rak Gantung dari Tali Rafia

Untuk ukuran baglog 17 x 30 cm,dg ukuran rak 2 x 3 m, dapat menampung -/+ 230 baglog. biaya yang dibutuhkan juga lebih murah dari biaya pembuatan rak bambu,mengingat harga bambu di daerah saya mencapai Rp. 10.000/batang. Padahal untuk membuat rak dengan kapasitas yang sama bisa menghabiskan biaya sebesar Rp.30.000.
Kekurangan rak model ini adalah, penataan baglog yang lebih "ribet" dari rak biasa dan kesulitan jika akan mengambil baglog y ada di bagian tengah susunan. Tapi itu bisa diatasi dengan kesabaran dari petani..hehehe..
Saya ucapkan terima kasih kepada teman petani jamur dan grup PPJI atas berbagi ilmunya. Semoga tulisan ini juga bisa bermanfaat bagi teman - teman petani jamur. Selamat berkarya,tetap semangat dan semoga sukses !!

Rabu, 06 Juni 2012

"DIBUANG SAYANG"

"Dibuang sayang"..itu istilah yang saya pakai untuk baglog yang gagal produksi, biasanya karena baglog yang kontaminasi oleh jamur liar, bibit mati, ddiserang hama, dsb.  Namanya petani yang belum expert, setiap produksi pasti ada saja baglog yang gagal alias miselium tidak merambat dengan sempurna bahkan mati.  baglog yang seperti ini sebenarnya masih bisa digunakan dan sayang juga kalo cuma dibuang.
baglog terkontaminasi

Banyak juga teman - teman petani yang bertanya, bisa ga sih kalo baglog yang gagal produksi dipake lagi, istilahnya daur ulang, walaupun sebenarnya kurang tepat juga sih..tapi memang kata "daur ulang" ini yang enak juga dipakai..hehehe...Beberapa teman juga ada yang sudah mencoba dan ternyata berhasil.  karena saya juga penasaran, maka saya juga ikut mencoba.  setelah melalui beberapa percobaan, akhirnya, saya bisa membuat baglog jamur tiram "daur ulang".

Sekedar share dengan teman - teman, yang saya lakukan untuk men-"daur ulang" baglog yang gagal adalah saya kembali menggunakan formula dedek, gips dan kapur sama seperti pada serbuk kayu yang masih baru, hanya saja tidak ditambah air lagi. Selanjutnya, prosesnya sama dengan pembuatan baglog seperti biasa.  Tapi jangan lupa, faktor kualitas bibit, sterelisasi, inokulasi juga harus tetap diperhatikan

Pengalaman dari petani yang lain pasti juga berbeda dengan cara saya, mari kawan-kawan, kalo ada pengalaman bisa di share untuk memperkaya pengetahuan dalam usaha budidaya jamur tiram.  Salam sukses.

Kamis, 03 November 2011

Kombinasi Budidaya Jamur Tiram dengan Jamur Kuping

Jamur konsumsi memang ada berbagai macam jenis.  Semua jenis jamur konsumsi prospektif untuk dibudidayakan.  Ada yang di konsumsi untuk bahan makanan, obat – obatan bahkan juga ada yang dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik.  Saat ini banyak sekali petani yang membudidayakan jamur tiram, namun sebenarnya selain jamur tiram, jamur kuping juga bisa dikombinasikan dalam budidaya bersama dengan jamur tiram.  Hal ini karena jamur kuping menggunakan media yang sama dengan jamur tiram yaitu serbuk kayu, hanya saja formula campuran medianya saja yang berbeda walaupun bisa juga dibuat sama.
Jamur Kuping (Auricularia sp.)

Kombinasi budidaya jamur tiram dan jamur kuping ini menurut saya sangat baik dilakukan mengingat sifat dari jamur tiram yang kadang kurang menguntungkan yaitu mudah sekali busuk sudah banyak juga petani yang membudidayakannya sehingga memperketat persaingan yang dapat menyebabkan panen raya jamur tiram pada suatu waktu.  Berbeda dengan jamur tiram, jamur kuping justru dapat diawetkan dengan cara dikeringkan.  Bahkan harga jamur kuping kering lebih mahal daripada yang basah.  Sehingga petani tidak perlu kuatir dengan membanjirnya jamur kuping di pasaran, karena bisa disimpan dan diawetkan untuk dijual di lain waktu.  Masa pemetikkan jamur kuping juga tidak terlalu diburu waktu, karena jamur kuping tidak mudah busuk, justru jika dilakukan penyiraman yang teratur, jamur kuping akan semakin besar. 
Masyarakat sudah banyak yang mengenal jamur kuping, sehingga dapat dikatakan pemasarannya tidak sulit.  Jamur kuping dapat diolah menjadi campuran dalam sup, capcay, bihun goreng, kripik, dan sebagainya.  Karena mudah diolah menjadi berbagai macam makanan dan khasiatnya yang baik bagi kesehatan, banyak orang yang menggemari jamur kuping ini.
Ada berbagai jenis jamur kuping yang dapat dibudidayakan, karena saya tidak suka yang terlalu teoritis maka berbagai jenis dan kandungan vitaminnya silahkan pembaca baca di buku – buku tentang jamur kuping yang ada di toko buku…he..he..he… Saya lebih suka untuk membagikan tentang hal – hal yang saya alami secara nyata dan langsung dalam usaha budidaya jamur konsumsi ini, tentu saja dengan tidak mengabaikan teori yang saya dapat juga dari buku – buku dan tuntunan dari para senior pembudidaya jamur.
Dengan membudidayakan dua jenis jamur itu diharapkan petani dapat mengatur kapan memproduksi jamur tiram dalam jumlah banyak dan kapan mengurangi produksinya namun tetap mendapatkan pemasukkan dari hasil jamur kuping.  Selamat mencoba kawan !! 

Minggu, 17 Juli 2011

PEMASARAN JAMUR TIRAM

Pemasaran merupakan ujung tombak dalam kegiatan wirausaha, karena dari menjual produk kitalah, kita dapat memperoleh penghasilan atau pemasukkan.  Bisa dikatakan bahwa sebenarnya kita bisa mudah memproduksi barang atau jasa sesulit apapun namun masalahnya, pada umumnya kita mengalami kesulitan dalam menjualnya.  Lebih parah lagi ada juga orang yang memulai usaha hanya ikut-iktuan karena sedang tren tanpa memperencanakan bagaimana nanti menjual produknya.  Hal semacam ini hampir sama dengan usaha budidaya jamur tiram.  Pada saat media gencar memberitakan tentang usaha jamur tiram yang sangat prospektif, masyarakat banyak yang “latah” langsung saja ikut membudidayakan jamur tiram tanpa memperhitungkan aspek pemasaran, akibatnya….jamur tiram melimpah di pasaran.  Bukan hanya harga jamur yang turun tapi lebih parah lagi, pasar sudah tidak mampu menyerap jamur tiram lagi alias over supply.

Sebagai pelaku usaha budidaya jamur tiram yang serius, bukan asal-asalan, kita harus siap menghadapi fenomena over supply.  Hal ini pasti terjadi beberapa bulan sekali, walaupun dalam kurun waktu yang singkat sekitar 10 – 15 hari, itu pengalaman di kota saya.  Beberapa langkah yang saya lakukan bisa bertahan disaat terjadi banjir jamur adalah
  1. Bangun jaringan pemasaran yang baik.
Jalin hubungan yang baik dengan beberapa pelanggan.  Jangan hanya dengan satu pelangggan, karena sangat rentan jika kita hanya tergantung pada 1 pelanggan, pada saat pelanggan tersebut sudah tidak mampu menampung produk kita, kita akan bingung kan?

  1. Jamur tiram harus berkualitas baik.
Hal ini wajib hukumnya…hehehehe…saya mengalami beberapa kali retur dari pelanggan karena jamur tiram sudah layu saat dijual di pasar, hal ini karena jamur tiram yang saya petik terlalu tua, sehingga tidak tahan lama.  Saya mengikuti saran dari beberapa petani jamur lain bahwa jamur tiram yang dipetik jangan terlalu tua, agar tahan lama dan pemetikkannya sebisa mungkin paling lama 3 jam sebelum dijual ke pasar.

  1. Jaga kontinyuitas
Kalau hal yang ini, saya juga masih belajar dan berusaha untuk tetap menjaga kestabilan pasokan jamur tiram ke pelanggan.  Hal ini sangat diperlukan agar pelanggan tidak segera hijrah ke petani lain saat kita tidak dapat memasok jamur.  Salah saru cara untuk menjaga kestabilan pasokan jamur adalah dengan bekerja sama dengan petani lain untuk bersama-sama memasok jamur.

  1. Brand
Nah..untuk ini rupanya perlu juga…merk juga diperlukan dalam usaha jamur tiram.  Merk berfungsi agar produk kita mudah dikenali oleh para konsumen, selain itu dengan adanya merk maka usaha kita terlihat lebih bonafit dan dapat dipercaya.  Kalau perlu buat kaos dengan gambar (merk) usaha kita, sehingga secara tidak langsung kita juga melakukan promosi murah dengan memakainya ke mana kita pergi. Ooya..untuk merk di produk yang dijual di dalam plastic, cukup sederhana saja, dengan kertas label yang distempel juga sudah cukup.

  1. Layani Komplain dengan baik
Adakalannya kita mendapat komplain atau retur karena jamur kita jelek.  Kalau sudah seperti itu…ya kita terima saja dan jika perlu kita ganti dengan jamur yang baru dan jangan lupa meminta maaf atas kesalahan yang kita lakukan. 

Itu yang bisa saya bagikan kepada teman-teman petani jamur tiram, semoga bermanfaat dan saya sangat mengharapkan para petani jamur yang lain untuk komen atau memberikan masukkan juga tentang hal ini, agar kita bisa saling melengkapi. Semoga sukses.

Jumat, 06 Mei 2011

Budi Daya Jamur Tiram

Jamur Tiram merupakan salah satu jenis komoditi pertanian yang sangat prospektif untuk dibudidayakan.  Kalimat itu yang sering sekali kita dengar atau baca di media cetak dan televisi.  Akibatnya banyak pemain-pemain baru yang bermain di usaha budi daya jamur tiram tanpa mempunyai perencanaan yang matang terlebih dahulu, sehingga kalo kita amati dengan seksama, petani pembudidaya jamur tiram sebenarnya tidak bertambah secara signifikan, tapi justru petani lama berhenti atau alih profesi sedangkan petani baru muncul menggantikan petani lama ang "gugur" itu.  Petani baru yang tanpa perencanaan biasanya mendengar jamur sangat prospektif, langsung membeli baglog siap panen dalam jumlah besar, tanpa memperhitungkan mau di jual kemana nanti hasil panennya, begitu panen hampir tiba, baru bingung dan akhirnya menjual jamur dengan harga yang rendah karena jamur mudah busuk alias tidak tahan lama. Setelah dihitung-hitung baru ketahuan kalo rugi..lalu..tutup deh ganti profesi..begitu seterusnya.
Sebenarnya jika usaha budi daya jamur tiram ini dilakukan dengan perencanaan yang baik dan petaninya juga mau bersabar, niscaya bisa saja menuai keberhasilan. Sayapun saat ini dapat dikatakan belum berhasil menjadi petani jamur yang besar dan masih dalam proses belajar. Namun saya mau share pengalaman saya agar jangan mudah menyerah dalam berjuang terutama sebagai petani jamur tiram seperti yang dialami oleh beberapa teman saya, walaupun tidak semua.
Kunci keberhasilan usaha budi daya jamur tiram adalah tekun, sabar dan pemasara.  Karena jamur tiram merupakan jenis bahan makanan yang mudah busuk sehingga harus cepat terjual setelah panen.  Untuk itulah perlunya kita menjalin hubungan yang baik dengan pemasar agar selalu siap menampung jamur kita. Alangkah baiknya sebelum produksi kita melakukan survey dan mencari calon pelanggan terlebih dahulu agar hasil panen kita langsung dapat tertampung.
Setelah kita mendapat jaringan pemasaran, perlu dijaga juga keberlanjutan hasil kita, dalam hal ini sayapun masih terus belajar untuk menjaga kontinyuitas hasil panen agar pelanggan tidak kecewa dan beralih ke produsen lain.  Kualitas juga perlu dijaga dengan baik.  Jika jamur kita baik kualitasnya, walaupun ada pesaing yang banting harga, niscaya pelanggan tetap setia dengan produk kita.
Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah tekun, rajin dan sabar.  3 hal tersebut juga sangat mempengaruhi keberhasilak dalam budidaya jamur tiram, karena pasti jika kita memproduksi baglog sendiri, banyak masalah yang akan kita temui seperti kontaminan, jamur yang lambat tumbuhnya dan sebagainya.  Tetaplah semangat dan optimis kita pasti berhasil.
Selamat Berjuang.

Rabu, 04 Mei 2011

Pupuk Organik

Limbah baglog atau media jamur tiram yang sudah tidak produktif jika tidak dimanfaatkan akan menjadi sampah yang menumpuk dan mengotori lingkungan.  Saat ini banyak petani jamur yang sudah mulai memanfaatkan limbah baglog tersebut menjadi sesuatu yang mempunyai nilai tambah bahkan dapat dijadikan sebagai usaha tambahan.  Pemanfaatan limbah baglog tersebut antara lain untuk media ternak belut, media ternak cacing dan bahan baku pupuk organik. Pada tulisan kali ini saya baru memanfaatkan limbah baglog sebagai bahan baku pupuk organik, sesuai dengan pengalaman yang sudah saya lakukan.
Pupuk organik yang saya buat dari campuran kotoran ternak dan limbah baglog jamur menggunakan teknik bokhasi, yaitu menggunakan EM4 atau effective microorganisme untuk mempercepat proses pengomposan bahan pupuk tersebut.  Caranya adalah sebagai berikut :
Bahan Baku :
  • Kotoran ternak 100 kg
  • Limbah baglog 250 kg
  • EM4 350 ml
  • Gula 1/4 kg
  • Dedak 10 kg
  • Air secukupnya.
Cara Pembuatan :
  1. Gula dilarutkan dalam air kemudian campurkan dengan EM4
  2. Bahan - bahan (kotoran ternak, dedak dan limbah baglog) dicampur sampai merata
  3. campurkan larutan EM4 ke campuran bahan tersebut dan aduk hingga tercampur sempurna.  Untuk menentukan tingkat kadar air dapat di cek dengan cara mengepal campuran tersebut dan jika tidak ada air yang menetes saat dikepal dan bahan tetap menggumpal, berarti kadar air sudah cukup.
  4. setelah tercampur merata, campuran ditumpuk menyerupai gunungan dengan ketinggian 1 meter.
  5. tutup dengan terpal atau penutup lainnya.  setiap hari campuran tersebut diaduk untuk mendinginkan panas yang dihasilkan dari proses fermentasi, kemudian ditumpuk lagi.
  6. proses fermentasi hingga pupuk matang selama 7 - 10 hari. 
  7. jika sudah dingin pupuk sudah dapat digunakan.
Demikian cara pembuatan pupuk organik dari limbah baglog jamur tiram dengan tehnik bokhasi. Pupuk yang dihasilkan tersebut selain digunakan sendiri juga dapat kita kemas dan dijual ke pehobi tanaman hias atau untuk pertanian sehingga dapat menghasilkan penghasilan tambahan seperti yang sudah saya lakukan. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.



Selasa, 03 Mei 2011

Jamur Tiram Putih

Seperti yang sudah ditulis dalam kata sambutan di atas bahwa Jamur Perwira merupakan gabungan dari beberapa petani jamur konsumsi di daerah Purbalingga - Jawa Tengah, saat ini fokus utama Jamur Perwira adalah produksi jamur tiram putih (Pleoratus ostreatus.).  Hal ini karena memag di daerah Purbalingga permintaan akan jenis jamur ini sangat besar.  Namun kami, petani jamur, tetap memiliki rencana kedepan untuk memproduksi jamur konsumsi jenis lain seperti jamur kuping dan jamur tiram dimana jamur jenis ini juga memiliki pasar yang baik.
Jamur Tiram Putih
(Pleoratus ostreatus)
Jamur Tiram (Pleoratus sp.) merupakan jamur pelapuk kayu yang dapat dikonsumsi oleh manusia dan memiliki kandungan gizi yang sangat baik.  Deskripsi singkat tentang jamur ini, jamur tiram putih memiliki tudung yang menyerupai cangkang tiram dan memiliki batang/ tangkai. Bagian bawahnya berlapis-lapis seperti insang berwana putih dan lunak. Jamur ini akan tumbuh dengan baik di lingkungan yang memiliki kelembapan 80% - 85% dan suhu udara 18 - 20 derajat celcius. Kandungan kalori, protein dan karbohidratnya yang tinggi serta teksturnya yang kenyal sangat baik untuk dikonsumsi oleh manusia.  Rasanya yang netral dan memberikan sensasi seperti daging ayam memudahkan jamur ini untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan.
Pada posting selanjutnya akan saya sampaiakn tentang cara pembuatan media jamur tiram dan pengolahan produknya serta pemanfaatan limbah produksi usaha ini.  Semoga bermanfaat bagi para pembaca.