Minggu, 11 September 2011

Perawatan Baglog Jamur Tiram


Kalau kita sudah banyak membahas tentang produksi, kini saatnya kita juga bicara tetang perawatan baglog jamur tiram.  Karena jika baglog tidak dirawat dengan baik maka hasil panen jamur tiramnyapun tidak akan maksimal.  Kita mengira bahwa jumlah baglog yang kita miliki masih kurang untuk mencapai hasil produksi tertentu padahal bisa saja sebenarnya kita kurang dalam merawat baglog, sehingga baglog tidak menghasilkan jamur tiram secara maksimal.
Kebanyakan petani jamur tiram yang saya temui, mereka asyik dengan kegiatan membuat baglog dan memanennya sampai mengesampingkan perawatan baglog.  Menurut saya, hal ini juga yang mengakibatkan hasil panen jamur tiram fluktuatifnya terlalu tinggi.  Kebanyakan petani hanya berpikir menambah dan menambah terus jumlah baglog agar hasil melimpah namun tetap saja hasil jamur tiramnya bisa dikatakan tidak stabil. Banyak pada kondisi puncak saja setelah itu drop turun jauh sekali menunggu masa puncak kedua. 
Merawat baglog bertujuan agar jamur tiram dapat bertumbuh dengan baik dan optimal.  Kandungan “makanan” di dalam baglog dapat diserap habis oleh jamur tiram.  Kadang ada juga ditemui baglog yang sebenaranya masih produktif namun jamur tiram sudah tidak tumbuh lagi karena kumbungnya yang tidak mendukung bagi pertumbuhan jamur tiram. 
Faktor apa saja yang diperhatikan dalam merawat baglog :
  1. Menjaga suhu dan kelembaban kumbung agar selalu mendukung pertumbuhan jamur tiram yang optimal.
Suhu dan kelembaban kumbung yang cocok dengan pertumbuhan jamur tiram sudah banyak diulas di berbagai buku tentang budidaya jamur tiram.  Menurut literatur suhu yang cocok untuk pertumbuhan jamur tiram adalah 18oC – 20oC dengan kelembaban 80% - 85%.  Ada alat yang digunakan untuk mengetahui kelembaban dan suhu ruangan, hanya saja terkadang petani seperti saya dengan modal yang pas-pasan..hehehe…lebih banyak mengaolkasikan modal untuk pembelian bahan baku, daripada untuk investasi alat seperti itu.  Saya melakukan penyemprotan pada baglog dengan menggunakan semprotan bernozzle halus agar tidak merusak jamur tiram dan baglog.  Menyemprot ruangan dan menyiram lantai kumbung setidaknya dua kali sehari pada pagi dan sore.  Dengan penyemprotan itu maka otomatis suhu dan kelembaban akan mendekati kondisi yang sesuai dengan pertumbuhan jamur tiram, sehingga jamur tiram akan tumbuh dengan optimal.  Namun perlu diingat, jika musim hujan tidak perlu melakukan penyemprotan terlalu sering, karena kelembaban alami sudah tinggi, jika penyiraman dilakukan terlalu sering pada musim hujan, maka jamur tiram akan terlalu basah dan terlalu banyak mengandung air sehingga cepat busuk dan kualitasnya jelek.
  1. Menjaga kebersihan Kumbung
Kebersihan kumbung perlu dijaga.  Tempat yang bersih akan membuat jamur tiram terhindar dari serangan penyakit, sehingga jamur tiram dapat tumbuh dengan baik.  Lantai kumbung perlu dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti serpihan-serpihan baglog, potongan bonggol jamur tiram serta pembersihan dinding kumbung.
  1. Menjaga serangan hama perusak.
Hama pada jamur tiram antara lain adalah :
    1. serangga seperti kecoa yang memakan tubuh buah jamur tiram.  Cara mengatasinya adalah menjaga kebersihan kumbung, membuang baglog yang sudah tidak produktif karena baglog itu sering menjadi rumah bagi kecoa.  Membasmi kecoa bisa dengan pestisida organik, saya tidak menyarankan dengan pestisida anorganik, karena berbahaya bagi manusia atau bisa juga kita secara rutin menata ulang baglog secara terjadwal, sehingga kecoa yang besembunyi diantara baglog dan rak bisa terlihat dan langsung dibunuh secara manual.
    2. Tikus juga merupakan hama bagi budidaya jamur tiram, namun tikus hanya menyerang baglog karena memakan biji jagung atau biji 0 bijian lainnya yang menjadi bibit jamur tiram.  Solusinya ganti bibit jamur tiram dengan yang menggunakan serbuk gergaji, sehingga tikus tidak merusak baglog lagi.
    3. Ulat .  Biasanya ulat dibawa oleh serangga dalam bentuk telur yang hinggap di baglog.  Cara pembasmian jika memang masih belum terlalu banyak serangannya bisa dilakukan secara manual namun bila sudah terlalu banyak bisa dilakukan dengan penyemprotan pestisida organik dan membuang baglog yang sudah terserang dan menjadi tempat hidup ulat.
    4. Serangga yang terbang seperti lalat terkadang bisa juga membawa telur yang jika menetas dan menjadi larva dapat merusak jamur tiram dan baglog.  Sebenarnya pencegahan bisa saja dilakukan dengan mencegah masuknya serangga ke dalam kumbung dengan cara menutup lubang ventilasi dengan kasa, namun terkadang ada saja serangga yang dapat masuk kedalam kumbung.  pasang saja petrogenol untuk mengurangi serangan lalat buah, karena biasanya serangga yang menyebarkan larva yang merusak baglog dan jamur adalah lalat buah.
  1. Membersihkan baglog dan penataan ulang di rak
Baglog yang sudah mengalami 2-3 kali panen biasanya pertumbuhan jamur tiramnya sudah mulai menurun.  Oleh karena itu ring yang masih menempel di baglog perlu dilepas dan buka permukaannya selebar mungkin agar kontak dengan udara bisa maksimal, sehingga pertumbuhan jamur menjadi maksimal. Ada juga petani yang langsung membuka ring dan plastik bagian ujung baglog pada saat awal pertumbuhan dengan tujuan agar pertumbuhannya langsung banyak. Hal itu sama saja, tergantung cara masing-masing.  Salain itu baglog yang sudah lama namun masih produktif biasanya sudah agak kemps dan lebih ringan, agar tetap rapi bisa disusun ulang sekaligus juga untuk membersihkan persembunyian kecoa.

Itu dulu yang bisa saya bagikan tentang perwatan baglog jamur tiram agar pertumbuhan jamur tiram tetap optimal, intinya jika kita merawat dengan baik apa yang kita pelihara, kita tidak hanya memanfaatkannya saja, mengambil hasilnya saja tanpa mau merawatnya, maka hasilnya tidak akan bagus.  Mari kita juga menganggap Jamur tiram sebagai sahabat kita, merawat dengan hati dan kasih sayang, karena dari dialah kita juga mendapatkan nafkah.  Selamat menjadikan jamur tiram sebagai sahabatmu.

2 komentar:

  1. Pestisida organik utk jamur tiram nya apa iya...?trimakasih

    BalasHapus